Kamis, 07 Mei 2009

Bahasa Menado

Ambe ; ambil
ancor : hancur
ambor ; hambur
asal joo.. : semacam istilah bahasa jakarta ""enakk ajaa.."


Basar : Besar
Bandow : Bando
bafufu : Mengasapin buah kelapa
bahaga : melihat
Batona : pacaran
batunangan : pacaran
batobo : berenang
bajao ; menjauh
babanting : membanting sesuatu
baojo : merengek dilantai
basuara : bersuara
bataria ; berteriak
bahaga : melihat


belanga : wajan atau dandang untuk masak
Berbage ; Bagikan
benjol : bengkak karena pukulan
besae : jelek
bendi ; andong
brenti ; berhenti

Bage : Pukul
Bakalae ; Berkelahi
Batona : Pacaran
Biongo : Bodoh
Bogo bogo ; Bodoh
Bulu ; bamboo
Botu ; pelit
Bobo ; tidur
Bocor : bocor
bolotu : pelit atau bisa juga berarti bodoh
Bombom ; Gendut
bifi ; semut
bombom ;gendut
birman ; tetangga
begal : nakal atau bajingan




Caparuni ; jorok
Caca; cicak
Cambok ; cambuk
cakodidi : gak bisa diam
cakalang : jenis ikan paling terkenal dimanado

Cigulu cigulu ; teka teki
cirita ; cerita
cigulu cigulu ; tebakan
ciri : Jatuh



Dodoku : jembatan
Doi ; duit
Donci ; dansa
dorang : mereka
dola : hadang
deng ; dengan
dodika ; tungku tempat memasak pakai kayu bakar

for : untuk (sama deng arti bahasa ingris )
frug ; lebih awal


gagah : Ganteng
gantong : Gantung
Ganu ; iri
Gode ; sama seperti bombong ( gendut )
grap ; lucu
gundul : botak
got ; selokan

haga ' lihat


Jao ; Jauh
j
karas ; keras
kaweng : kawin
kase ; beri
kage : kaget
keodee ; kata ketika merasa jengkel
kukis : kue
kontoh ; kentut
kita ; aku /saya
kiapa ; kenapa
kalamaring ; kemarin
kore ; sentuh
kaeng : kain
kacili ; kecil
kuala ; sungai

lalah : capek
lia ; lihat
ilang ; hilang
Leo :dusta
lebe : lebih
lego ; lempar
lolo : ambil sedikit/ambil kedalam
lomboh ; lembek

iko ; ikut


maruku ; membungkuk
makang ; makan
Malimbuku : kusut
maso ; masuk
mangael ; memancing


Ngana : dia/kamu
Nya war : seperti istilah lebay
nyanda ; tidak
nae ; naik


oto ; mobil
oki : Kecil

Paca : Memaras
papancuri /pancuri : Pencopet
paser : pasir
pande : pandai
parampuang ; perempuan
panako : penakut
pangbatowo ; pendusta
pang-tidor : tukang tidur
pu : maaf agak jorok (Buang air )
pang ba dusta ; pendusta
pang marah : pemarah
pang tidor : tukang tidor
picah ; pecah
pongoh ; tuli
peda : parang

Rubus : rebus
Rabe ; Sobek
Rame rame ; rame rame
Riki : Sampai /akhirnya


Tidor ; tidur
taon : tahun
ta sono ; tertidur pulas
ta banting : terjatuh
tatigo ; tersedak
ta tumbu : aku ingin meninjumu
ta lap ; aku ingin menamparmu
torang : kami
tore : garing

tanta : tante
tape ; milik saya
tiki pinggang ; tolank pinggang
telang ; telan
tikang ; tikam
taru : meletakkan
togor ; tegur
turung : turun


Samua : Semua
Strap ; hukum
seno : stress
sambunyi : sembunyi
sapa : siapa
So gila ; sudah gila


warong ; warung





Lanjut membaca “Bahasa Menado”  »»

Selasa, 28 April 2009

Tikus Adalah makanan favoritku



Sumber gambar : http://unik77.blogspot.com
Sumber Gambar : http://taunggaksihloe.blogspot.com





Tikuss.....!!

hmm siapa tidak tahu tikus ,semua orang tahu binatang yang kecil itu , suka dibilang pengerat dan sangat menjijikkan . Tapi tidak dengan diriku. Tikus adalah makanan favoritku ...Ouu ouuu ...!!jangan ada yang muntah yaa hehehe ..hehe sebelumnya aku punya pengalaman dengan teman teman yang kuceritakan tentang makanan kesukaanku ,rasanya kalau kulanjutkan mereka akan memukulku dengan sandal sambil meneriakkan kalau aku manusia super jorok ,aneh bin ajaib ..
Waktu kecil aku sempat tinggal di kebunku ,,ayah punya kebun yang lumayan luas namun cukup jauh dari kampung ..kurang lebih 4 jam perjalanan ..waahh ,,!! kebayang gak siee jauhnya ??
Lama bersama ayah dikebun membuatku jadi menyenangi makanan makanan binatang yang ditangkap ayahku .
Ular , biawak , kodok , babi hutan ,anjing ,dan juga tikus menjadi menu santapan sehari hari .bahkan kucing juga monyet ...duhh tambah muntah lagi yaa ??!!! ( Untuk teman teman Muslim maaf sebesar besarnya yaaa heeheheh :) )
Nah dari semua itu yang paling kugemari adalah tikus .
Tikus buatku adalah jenis ikan yang paling lezat .,.((oya jangan sampai salah pengertian ,di menado apapun binatang yang dimakan kalau sudah masak namanya jadi ikan .Misalnya tikus ,jadinya ikan tikuss ,,walapun tikus bukanlah ikan ,,wkwkkwkwkwkwk :D ya tidak tahu juga istilah ini muncul darimana tapi memang sudah menjadi kebiasaan dan budaya masyarakat Menado .

Orang menado pemakan segalanya ....ada yang bilang semua yang berkaki di makan kecuali kaki meja ,semua yang bersayap dimakan kecuali sayap pesawat ,,!!! hikss hiksksksksss = ngakak made on =....!!! Kalo batu itu gak keras, kayaknya da jadi santapan jugaaa deh ...!!
eN ' kalo seandainya manusia diijinkan Tuhan bisa dimakan sama mungkin sudah dimakan juga kaliiiiii ...hikss hiksss :)
Sereeem yaaaa orang menadoo..!!!! But aku menado juga jadi apakah aku sereeem ?? tidak koq malah banyak yang bilang aku manisss ..padahal bukan gulaa :)

Oya back to topic .. = TIKUS =

Nah tikus yang biasa dimakan bukanlah tikus tikus selokan jalanan seperti yang biasa kita saksikan ..melainkan adalah tikus sawah yang ditangkap oleh para ahlinya ..tidak gampang lho,,,nangkap tikuss !! Biasanya para bapak bapak di kampung suka memasang alat tanggapannya yang biasa di sebut leputt ..( maaf gak ada dokumentasinya :) ntar kalo dapat aku upload :) udah menelusuri paman google tapi gak ketemu juagaaa !! )
Leput itu biasanya terbuat dari bambu berbentuk panjang seukuran gelas orang dewasa ,dan di dalamnya diletakkan kelapa yang sudah dipotong potong Ada tali yang menghubungakan alat itu .Ketika sang tikus masuk dan memakan kelapa didalamnya maka ia sudah pasti tak bisa lolos lagi karena leput akan bergerak dan tali akan lepas serta akan menghimpit tubuhnya ,,,duhh jadi kasian >..!!! :( Leput biasanya di pasang di hutan ditempat yang berbeda beda sesuai dengan perkiraan para penangkapnya bahwa tikus banyak beredar diwilayah itu .Leput dilepaskan saat matahari mulai beranjak keperaduan . Untuk mengecek hasilnya biasanyan nanti keesokkan harinya sebelum matahari bersinar .
Tergantung berapa banyak leput yang kita pasang ,,6 ,7,8, ,9 ..yang pasti di mana kita meletakkan alatnya kita mesti ingat benar tempat dan lokasinya .Biasanya yang kusaksikan dari ayahku ,7 buah leput yang dilepas minimal dapat 4 ekor .3 nya kosong dan umpan kelapa di yang ada di dalamnya malah bersemut .

Nah setelah hasil tanggkapan sudah ada ,,kita tinggal membawanya pulang kerumah dan memasaknya ..
hooo..proses memasaknya juga cukup mudah ...tapi untuk yang sudah ahli yaa ,,seperti aku ..hikss hikss maaf sedikit narsies ...ya aku tahu banget ,soalnya dulu papa pernah ngajarin .Jadi saat tikus masih mentah dan segar ,kita keluarkan isi perutnya dan tidak harus dicuci .Ambil sebatang kayu yang beruncing yang memang kita sudah siapkan sejak awal seperti kita membuat sate ,hanya saja jenis kayu yang disiapkan harus sedikit lebih besar sesuai dengan besar kecilnya tikus hasil tangkapan kita .
Setelah ditusuk seperti sate kita bisa langsung membakarnya pada api yang menyala ,,bukan memanggang tapi membakar menghanguskan bulu bulanya sampai semua bulu bulu lenyap dan daging tikus kering ,masak , dan berwarna hitam kemerah merahan ..Kalau proses sudah itu sudah selesai kita bisa langsung mencuci dan memotongnya ..
untuk jenis masakan semua tergantung selera .
Mau tumis ,santan , woku ,,,semuanya bisaa ,end enakkkk,,,!! asal jangan sop tikus aja ..pasti rasanya akan aneh karena aku sendiri belum pernah mendengar ada tikus dibikin sop dan juga belum pernah mencobanya .

Masih soal tikus ....Tikus dimenado cukup mahal ,satu ekor bisa sampai 5,000 rupiah.Dulu waktu masih di jakarta pernah kepikiran konyol olehku ,apa aku tangkep aja tikus tikus selokan ini dan membawanya kemenado en di jual di pasar ..kwkwkwkww :D Aku tertawa sendiri membayangkan hal itu..

Sekarang aku masih jauh diperantauan ...kalo kembali ke menado yang lebih dulu aku cari adalah ikan tikussss ....I love It ...!!!

Jadi lapeerrrr........!!!
hikss hisks
:)

Lanjut membaca “Tikus Adalah makanan favoritku”  »»

Senin, 27 April 2009

Tentang Manado

Lokasi Kota Manado di pulau Sulawesi.
Motto: Si Tou Timou Tumou Tou
Dasar hukum UU No. 18/1965
Walikota Jimmy Rimba Rogi
Wilayah 15,726 ha
Kecamatan 9
Kelurahan 87
Penduduk
-Kepadatan 417.586 (2000)
Kode telepon 0431

Situs web resmi: http://www.kotamanado.go.id

Kota Manado adalah sebuah kota di provinsi Sulawesi Utara yang juga merupakan ibu kota dari provinsi tersebut. Letak Manado berada di ujung utara pulau Sulawesi. Motto kota ini adalah Si Tou Timou Tumou Tou, sebuah filsafat hidup masyarakat Minahasa yang dipopulerkan oleh Sam Ratulangi, yang berarti: "Manusia hidup untuk memajukan orang lain" atau "Orang hidup menghidupkan orang lain". Dalam ungkapan bahasa Manado, seringkali dikatakan: "Baku beking pande", yang secara harafiah berarti "Saling menambah pintar [orang lain]".

Kota Manado dikelilingi oleh wilayah pegunungan dan oleh karena itu terkenal dengan udaranya yang sejuk. Manado juga berada di tepi pantai Laut Sulawesi persisnya di Teluk Manado. Pulau Bunaken terletak tidak jauh dari pantai Kota Manado. Penduduknya dikenal ramah dan terbuka.
Daftar isi


* 1 Sejarah
* 2 Geografi
* 3 Pemerintahan
* 4 Budaya
o 4.1 Kawanua
* 5 Pariwisata
o 5.1 World Ocean Conference 2009
o 5.2 Manado Kota Pariwisata Dunia 2010
o 5.3 Pusat Perbelanjaan dan Hiburan
o 5.4 Makanan khas
* 6 Ekonomi
* 7 Transportasi
o 7.1 Udara
o 7.2 Laut
o 7.3 Darat
* 8 Media
o 8.1 Media Cetak
o 8.2 Radio dan Televisi
+ 8.2.1 Radio
+ 8.2.2 Televisi
+ 8.2.3 TV Kabel/Satelit
* 9 Bencana
* 10 Trivia
* 11 Lihat pula
* 12 Pranala luar
* 13 Rujukan

Sejarah

Kota Manado diperkirakan telah didiami sejak abad ke-16. Menurut sejarah, pada abad itu jugalah Kota Manado telah dikenal dan didatangi oleh orang-orang dari luar negeri. Nama "Manado" mulai digunakan pada tahun 1623 menggantikan nama "Wenang". Kata Manado sendiri berasal dari bahasa daerah Minahasa yaitu Mana rou atau Mana dou yang dalam bahasa Indonesia berarti "di jauh". Pada tahun itu juga, tanah Minahasa-Manado mulai dikenal dan populer di antara orang-orang Eropa dengan hasil buminya. Hal tersebut tercatat dalam dokumen-dokumen sejarah.

Tahun 1658, VOC membuat sebuah benteng di Manado. Sejarah juga mencatat bahwa salah satu Pahlawan Nasional Indonesia, Pangeran Diponegoro pernah diasingkan ke Manado oleh pemerintah Belanda pada tahun 1830. Biologiwan Inggris Alfred Wallace juga pernah berkunjung ke Manado pada 1859 dan memuji keindahan kota ini.

Keberadaan kota Manado dimulai dari adanya besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda tanggal 1 Juli 1919. Dengan besluit itu, Gewest Manado ditetapkan sebagai Staatsgemeente yang kemudian dilengkapi dengan alat-alatnya antara lain Dewan gemeente atau Gemeente Raad yang dikepalai oleh seorang Walikota (Burgemeester). Pada tahun 1951, Gemeente Manado menjadi Daerah Bagian Kota Manado dari Minahasa sesuai Surat Keputusan Gubernur Sulawesi tanggal 3 Mei 1951 Nomor 223. Tanggal 17 April 1951, terbentuklah Dewan Perwakilan Periode 1951-1953 berdasarkan Keputusan Gubernur Sulawesi Nomor 14. Pada 1953 Daerah Bagian Kota Manado berubah statusnya menjadi Daerah Kota Manado sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 42/1953 juncto Peraturan Pemerintah Nomor 15/1954. Tahun 1957, Manado menjadi Kotapraja sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1957. Tahun 1959, Kotapraja Manado ditetapkan sebagai Daerah Tingkat II sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959. Tahun 1965, Kotapraja Manado berubah status menjadi Kotamadya Manado, yang dipimpin oleh Walikotamadya Manado KDH Tingkat II Manado sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 yang disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974.

Hari jadi Kota Manado yang ditetapkan pada tanggal 14 Juli 1623, merupakan momentum yang mengemas tiga peristiwa bersejarah sekaligus yaitu tanggal 14 yang diambil dari peristiwa heroik yaitu peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946, dimana putra daerah ini bangkit dan menentang penjajahan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, kemudian bulan Juli yang diambil dari unsur yuridis yaitu bulan Juli 1919, yaitu munculnya Besluit Gubernur Jenderal tentang penetapan Gewest Manado sebagai Staatgemeente dikeluarkan, dan tahun 1623 yang diambil dari unsur historis yaitu tahun dimana Kota Manado dikenal dan digunakan dalam surat-surat resmi. Berdasarkan ketiga peristiwa penting tersebut, maka tanggal 14 Juli 1989, Kota Manado merayakan HUT-nya yang ke-367. Dan sejak saat itu hingga sekarang tanggal tersebut terus dirayakan oleh masyarakat dan pemerintah Kota Manado sebagai hari jadi Kota Manado.

Kota ini juga pernah mengalami kerusakan berat karena peperangan yaitu ketika pada masa Perang Dunia II, dan ketika dibom kembali oleh TNI Angkatan Udara pada 1958 dalam upaya mengalahkan Permesta, sebuah gerakan pemberontakan yang menghendaki pemisahan dari Republik Indonesia.

Geografi
Foto Manado dari udara

Kota Manado terletak di ujung jazirah utara pulau Sulawesi, pada posisi geografis 124°40' - 124°50' BT dan 1°30' - 1°40' LU. Iklim di kota ini adalah iklim tropis dengan suhu rata-rata 24° - 27° C. Curah hujan rata-rata 3.187 mm/tahun dengan iklim terkering di sekitar bulan Agustus dan terbasah pada bulan Januari. Intensitas penyinaran matahari rata-rata 53% dan kelembaban nisbi ±84 %.

Luas wilayah daratan adalah 15.726 hektar. Manado juga merupakan kota pantai yang memiliki garis pantai sepanjang 18,7 kilometer. Kota ini juga dikelilingi oleh perbukitan dan barisan pegunungan. Wilayah daratannya didominasi oleh kawasan berbukit dengan sebagian dataran rendah di daerah pantai. Interval ketinggian dataran antara 0-40 % dengan puncak tertinggi di gunung Tumpa.

Wilayah perairan Kota Manado meliputi pulau Bunaken, pulau Siladen dan pulau Manado Tua. Pulau Bunaken dan Siladen memiliki topografi yang bergelombang dengan puncak setinggi 200 meter. Sedangkan pulau Manado Tua adalah pulau gunung dengan ketinggian ± 750 meter.

Sementara itu perairan teluk Manado memiliki kedalaman 2-5 meter di pesisir pantai sampai 2.000 meter pada garis batas pertemuan pesisir dasar lereng benua. Kedalaman ini menjadi semacam penghalang sehingga sampai saat ini intensitas kerusakan Taman Nasional Bunaken relatif rendah.

Kota Manado berbatasan dengan Kabupaten Minahasa dan Selat Mantehage di sebelah Utara, dengan Kabupaten Minahasa di sebelah Timur, dengan Kabupaten Minahasa di sebelah Selatan dan dengan Teluk Manado di sebelah Barat. Jarak dari kota Manado ke Tondano adalah 28 km, ke Bitung 45 km dan ke Amurang 58 km.

Pemerintahan
No. Kecamatan Luas wilayah (hektar) Jumlah kelurahan
1. Bunaken 5.212,5 8
2. Malalayang 1.640 9
3. Mapanget 4.913,55 11
4. Sario 144,8 7
5. Singkil 587,13 9
6. Tikala 1.588,4 12
7. Tuminting 700,17 10
8. Wanea 659,95 9
9. Wenang 279,5 12

Berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) nomor 4 tanggal 27 September 2000 tentang perubahan status desa menjadi kelurahan di kota Manado dan PERDA nomor 5 tanggal 27 September 2000 tentang pemekaran kecamatan dan kelurahan, wilayah kota Manado yang semula terdiri atas 5 kecamatan dengan 68 kelurahan/desa dimekarkan menjadi 9 kecamatan dengan 87 kelurahan. Tabel di samping adalah daftar kecamatan beserta luas dan jumlah kelurahannya:

Budaya

Bahasa digunakan sebagai bahasa sehari-hari di Manado dan wilayah sekitarnya disebut bahasa Melayu Manado. Bahasa daerah Manado menyerupai bahasa Indonesia tetapi dengan logat yang khas. Beberapa kata dalam dialek Manado berasal dari bahasa Belanda dan bahasa Portugis karena daerah ini dahulunya merupakan wilayah penjajahan Belanda dan Portugis.

Penduduk di kota Manado terdiri dari berbagai latar belakang etnik maupun agamanya. Mayoritas penduduk berasal dari suku Minahasa, menyusul suku Sangihe Talaud, suku Bolaang Mongondow, suku Gorontalo dan suku Tionghoa. Selain itu terdapat pula penduduk suku Jawa, suku Batak, suku Arab, suku Maluku, suku Makassar dan sebagainya. Agama yang dianut adalah Kristen Protestan, Islam, Katolik, Budha dan Hindu. Mayoritas penduduk kota adalah pemeluk agama Kristen atau Katolik. Hal itu jelas dapat dilihat dari banyaknya gereja-gereja di seantero kota. Meski begitu heteroginnya, namun masyarakat Manado sangat menghargai sikap hidup toleran, rukun, terbuka dan dinamis. Karenanya kota Manado memiliki lingkungan sosial yang relatif kondusif dan dikenal sebagai salah satu kota yang relatif aman di Indonesia. Sewaktu Indonesia sedang rawan-rawannya dikarenakan goncangan politik sekitar tahun 1999 dan berbagai kerusuhan melanda kota-kota di Indonesia. Kota Manado dapat dikatakan relatif aman. Hal itu tercermin dari semboyan masyarakat Manado yaitu Torang samua basudara yang artinya "Kita semua bersaudara".

Secara umum, kehidupan di Kota Manado sama dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Pusat kota terdapat di Jalan Sam Ratulangi, yang banyak dibangun pusat-puast pembelanjaan yang terletak di sepanjang jalur utara-selatan, yang juga dikenal dengan tempat yang memiliki restoran-restoran terkenal di Manado. Akhir-akhir ini Manado terkenal dengan makin menjamurnya mal-mal dan restoran-restoran yang dibangun di sepanjang pantai yang memanfaatkan pemandangannya yang indah di saat menjelangnya matahari terbenam.

Tidak jauh dari pusat kota terdapat Pasar 45, yang menyediakan barang-barang berupa kain, souvenir seperti keranjang, ukiran kayu, cross-stitched fabrics yang berasal dari pulau Sangir dan Talaud. Pasar ikan Kuala Jengki, berada di didepan sepanjang danau yang membagi dua kota, merupakan tempat yang bagus untuk mengambil foto bernuansa atmosfer. Musium Provinsi di Jalan Maengket memiliki koleksi artifak-artifak yang menarik. Kota Manado juga memiliki sebuah lokasi untuk balapan kuda yang terletak di Ranomuut Race Track, di sebelah timur kota, menuju ke bawah kota. Tempat ini biasanya digunakan untuk balap kuda, kereta kuda/bendi dan kereta yang ditarik dengan kerbau. Kota Manado juga memiliki lapangan golf di daerah Kayuwatu yang dikelilingi oleh pohon-pohon kelapa.

Musik tradisional dari Kota Manado dan sekitarnya dikenal dengan nama musik Kolintang. Alat musik Kolintang dibuat dari sejumlah kayu yang berbeda-beda panjangnya sehingga menghasilkan nada-nada yang berbeda. Biasanya untuk memainkan sebuah lagu dibutuhkan sejumlah alat musik kolintang untuk menghasilkan kombinasi suara yang bagus.

Kawanua

Masyarakat Manado juga disebut dengan istilah "warga Kawanua". Walaupun secara khusus Kawanua diartikan kepada suku Minahasa, tetapi secara umum penduduk Manado dapat disebut juga sebagai warga Kawanua. Dalam bahasa daerah Minahasa, "Kawanua" sering diartikan sebagai penduduk negeri atau "wanua-wanua" yang bersatu atau "Mina-Esa" (Orang Minahasa). Kata "Kawanua" diyakini berasal dari kata "Wanua". Kata "Wanua" dalam bahasa Melayu Tua (Proto Melayu), diartikan sebagai wilayah pemukiman. Sementara dalam bahasa Minahasa, kata "Wanua" diartikan sebagai negeri atau desa.

Pariwisata
Turis sedang mengendarai jetski dengan latar belakang pulau Manado Tua di lepas pantai kota Manado

Sebagai kota terbesar di wilayah ini, Manado merupakan tempat pariwisata yang penting bagi pengunjung. Ekowisata merupakan atraksi terbesar Manado. Selam Scuba dan snorkelling di pulau Bunaken juga merupakan atraksi populer. Tempat lain yang menarik adalah Danau Tondano, Gunung Lokon, Gunung Klabat dan Gunung Mahawu.

Dalam kurun waktu dua dekade terakhir, kegiatan pariwisata dengan pesat tumbuh menjadi salah satu andalan perekonomian kota. Primadona pariwisata kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara adalah Taman Nasional Bunaken, yang oleh sementara orang disebut sebagai salah satu taman laut terindah di dunia. Taman Laut Bunaken adalah salah satu dari sejumlah kawasan konservasi alam atau taman nasional di Indonesia. Taman Laut Bunaken terkenal oleh formasi terumbu karangnya yang luas dan indah sehingga sering dijadikan lokasi penyelaman oleh turis-turis mancanegara. Pulau Bunaken adalah salah satu dari 5 pulau yang tersebar beberapa kilometer dari pesisir pantai Kota Manado. Letaknya yang hanya sekitar 8 Km dari daratan kota Manado dan dapat ditempuh dalam sekitar setengah sampai 2 jam, menyebabkan Taman Nasional ini mudah dikunjungi.

Objek wisata lain yang menonjol di kota Manado adalah Kelenteng Ban Hin Kiong di kawasan Pusat Kota yang dibangun pada awal abad ke-19 dan diperbaiki pada tahun 1970. Klenteng ini terletak di Jalan Panjaitan. Klenteng ini terdiri dari bangunan yang dihiasi dengan ukiran-ukiran naga dan tongkat kayu berapi. Saat yang paling baik untuk mengunjungi klenteng ini yaitu pada saat Tahun Baru Imlek, saat dipertunjukkannya tarian tradisional Tionghoa. Juga pada saat kedatangan parade tradisional Tionghoa, Tai Pei Kong, yang berasal dari abad ke-14. Peristiwa tersebut merupakan festival "Taoist" tahunan terbesar yang diadakan di Asia Tenggara, sehingga menarik pelancong dari Jepang dan negara lain. Lokasi wisata lainnya juga adalah Museum Negeri Sulawesi Utara, dan Monumen (Tugu Peringatan) Perang Dunia Kedua.

Sebuah monumen yang diresmikan pada akhir tahun 2007 dan menjadi ikon baru kota Manado adalah Monumen Yesus Memberkati. Bangunan ini didirikan di atas bukit di perumahan Citraland Manado dan memiliki ketinggian 50 meter di atas permukaan tanah. Bangunan yang diprakarsai oleh Ir. Ciputra ini merupakan monumen Yesus Kristus yang tertinggi di Asia dan ke dua di dunia setelah Christ the Redeemer.

Selain memiliki objek-objek wisata yang menarik, salah satu keunggulan pariwisata kota Manado adalah letaknya yang strategis ke objek-objek wisata di hinterland, khususnya di Minahasa, yang dapat dijangkau dalam waktu 1 s/d 3 jam dari kota Manado. Objek-objek wisata tersebut antara lain, Vulcano Area di Tomohon, Desa Agriwisata Rurukan-Tomohon, Panorama pegunungan dan Danau Tondano, Batu Pinabetengan dan Waruga di Sawangan.

Karena potensi wisata yang besar tersebut maka industri pariwisata di kota Manado telah semakin tumbuh dan berkembang, yang antara lain ditandai dengan cukup banyaknya hotel dan sarana pendukung lainnya. Sampai tahun akhir tahun 2001, terdapat 67 buah hotel/penginapan, 15 buah biro perjalanan, 223 buah restoran dan rumah makan dari berbagai kelas.

Oleh karenanya meskipun cukup terpengaruh oleh krisis ekonomi dan situasi nasional yang kurang kondusif, tetapi pariwisata di kota Manado tetap berlangsung. Pada tahun 1998 kunjungan wisatawan mancanegara adalah 34.509 orang, menjadi 11.538 orang pada tahun 2000 dan agak meningkat pada tahun 2001 menjadi 12.301 orang. Sedangkan wisatawan Nusantara pada tahun 1998 berjumlah 432.993 orang, kemudian turun menjadi 279.014 orang pada tahun 2000 dan terakhir pada tahun 2001 agak meningkat menjadi 291.037 orang.

World Ocean Conference 2009

Manado akan menjadi tuan rumah (host) World Ocean Conference (WOC) 2009. Acara yang akan dihadiri oleh delegasi negara-negara dari seluruh dunia ini akan membahas mengenai isu-isu penting dalam dunia kelautan dan maritim internasional. Dalam rangka persiapan untuk melaksanakan event internasional tersebut, beberapa infrastruktur di kota Manado sedang dalam tahap pembangunan dan pengembangan. Beberapa diantaranya adalah perluasan apron Bandara Sam Ratulangi, pembangunan Hotel dan International Convention Center berkapasitas 3000 orang di kawasan Grand Kawanua International City, Fly over Soekarno, dan Pembangunan Manado Ring Road tahap II.

Manado Kota Pariwisata Dunia 2010

Untuk meningkatkan potensi pariwisata Manado, Jimmy Rimba Rogi sebagai Walikota periode 2005 - 2010, mencanangkan Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia 2010, pencanangan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kota Manado sehingga dapat diperhitungkan sebagai tujuan wisata dunia kelak. Beberapa kebijakannya yang paling dikenal adalah dengan melakukan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang telah lama berdagang di daerah Taman Parkir ke Pasar 45, perbaikan taman-taman kota dan perluasan trotoar untuk pejalan kaki. Upaya yang dilakukannya sangat berkontribusi dalam hal diraihnya kembali penghargaan Adipura untuk kota Manado di tahun 2007.

Pusat Perbelanjaan dan Hiburan
Mega Mal Manado
Manado Town Square

Pusat perbelanjaan di Kota Manado mulanya terkonsentrasi di seputar Taman Kesatuan Bangsa (TKB). Seiring dengan pertumbuhan ekonomi kota Manado, dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini, industri properti dan retail di Manado berkembang cukup pesat. Ditandai dengan dibukanya empat buah pusat perbelanjaan modern baru yaitu Mega Mal Manado (2004), Manado Town Square dan Bulevar Mall (2006) serta yang baru saja diresmikan adalah IT Center Manado. Keempat pusat perbelanjaan ini berlokasi di ruas jalan yang sama yaitu jalan Piere Tendean atau yang lebih dikenal dengan Manado Boulevard. Beberapa pusat perbelanjaan lain pun sedang dibangun di ruas jalan ini, terutama di daerah reklamasi pantai. Di sepanjang jalan ini juga terdapat beberapa hotel berbintang, restoran dan cafe yang menjajakan beraneka ragam makanan dan buka hingga larut malam. Pusat cinderamata khas manado dapat ditemukan di Jalan BW Lapian. Terdapat beberapa toko suveni
r yang menjual makanan, busana, kerajinan tangan khas manado/ sulawesi utara.
Makanan khas

Makanan khas dari Kota Manado antara lain, tinutuan (bubur Manado) yang terdiri dari berbagai macam sayuran, cakalang fufu yaitu ikan cakalang yang diasapi, ikan roa, paniki (masakan dari kelelawar) dan rw (er-we) yaitu masakan dari daging anjing, Babi putar (1 ekor babi dibakar dengan cara diputar di atas bara api), biasanya dihidangkan di pesta-pesta, Babi isi Bulu (Terbuat dari daging babi yang diramu dengan bumbu-bumbu khas manado dan dibakar didalam bambu). Terdapat juga minuman khas dari daerah Manado dan sekitarnya yaitu "saguer" yaitu sejenis arak atau tuak yang berasal dari pohon enau. Saguer ini memiliki kandungan alkohol, Cap tikus (minuman beralkohol tinggi, dari proses fermentasi).

Makanan khas kota Manado lainnya yang juga cukup terkenal adalah nasi kuning yang cita rasa dan penyajiannya berbeda dengan nasi kuning di daerah lain. Selain itu ada juga masakan kepala ikan kakap bakar.

Untuk makanan ringan, Manado juga punya makanan khas sejenis asinan yaitu gohu dan es kacang. Gohu dibuat dari irisan pepaya atau ketimun yang direndam dalam larutan asam cuka, gula, garam dan cabe. Selain itu ada juga kue seperti lalampa (lemper berisi ikan cakalang (tuna) yang diisi dalam segumpalan beras ketan dan dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar), panada, apang, kolombeng, panekuk, biapong (babi, wijen, "unti" (terbuat dari kelapa)).

Ekonomi
Daftar Walikota
No. Nama Walikota Dari Sampai
1. E.R.Warouw 1 November 1947 30 September 1950
2. Ny. Tiene Waworuntu 30 September 1950 29 Maret 1951
3. H.R.Ticoalu 29 Maret 1951 1 Maret 1952
4. B.J.Lapian 1 Maret 1952 1 September 1953
5. J.Parera 1 September 1953 1 Mei 1955
6. J.I.Permata 1 Mei 1955 23 September 1958
7. J.P.Mongula 29 September 1958 1 Maret 1960
8. F.Walandow 1 Maret 1960 15 Juni 1965
9. Soepani B.A 15 Juni 1965 20 Oktober 1966
10. Letkol Hi Rauf Mo'o 20 Oktober 1966 12 Maret 1971
11. M.H.W Dotulong 12 Maret 1971 19 April 1971
12. J.H.Pusung 19 April 1971 31 Januari 1975
13. Hein Victor Worang 31 Januari 1975 23 Agustus 1975
14. A.A.Pelealu 23 Agustus 1975 23 Agustus 1985
15. Ir. Najoan Habel Eman 23 Agustus 1985 23 Agustus 1995
16. Ir. Lucky H. Korah 23 Agustus 1995 23 Agustus 2000
17. Drs. Wempi Frederik 23 Agustus 2000 15 Agustus 2005
18. Jimmy Rimba Rogi S.Sos 15 Agustus 2005 sekarang

Sebagian besar penduduk Kota Manado bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS), guru atau pegawai swasta (41,44%), sebagai wiraswasta (20,57%), pedagang (12,85%), petani/peternak/nelayan (9,17%), buruh (8,96%). Sisanya bergerak di sektor jasa dan lain-lain (7%).

Angka Produk Domestik Regional Bruto (PRDB) Kota Manado tahun 2000 adalah Rp. 2,14 trilyun. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan angka tahun 1994 yang berjumlah Rp. 703,87 milyar. Tingkat pertumbuhan yang dicapai dalam kurun waktu tersebut rata-rata 6,11% per tahun. Pada tahun 1994 sampai 1996 angka pertumbuhan berada di atas 10% kemudian melambat menjadi 2,92% pada tahun 1997 dan 0,32% ditahun 1998 dimana merupakan angka terendah. Pada tahun 1999, pertumbuhan meningkat lagi menjadi 1,60% dan ditahun 2000 menjadi 5,62 %.

Sejak munculnya krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1997, perekonomian kota Manado sangat terpengaruh. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya angka pengangguran yang diperkirakan pada tahun 2000 masih sebesar 20.465 orang atau 13.67% dan meningkatnya jumlah keluarga miskin sebanyak 19.754 Kepala Keluarga (KK) atau 24,60%. Pada tahun 1999, terdapat indikasi adanya pemulihan perekonomian kota yang signifikan. Pendapatan perkapita kota Manado naik dari Rp 1.753.482 pada tahun 1994 menjadi Rp 4.452.672 pada tahun 2000.

Perekonomian kota Manado khususnya terdiri dari sektor perdagangan, perhotelan dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi serta sector jasa. Pada tahun 1996 peran ketiga sektor utama ini dalam pembentukan PDRB adalah sejumlah 68,74%. Dalam kurun waktu 5 tahun, peran ketiga sektor ini cenderung semakin dominan, yang dilihat dari kontribusinya pada tahun 2000 yang meningkat menjadi 74,68%. Laju inflasi kota Manado selama kurun waktu dua tahun terakhir (2000-2001) sangat berfluktuatif. Pada tahun 2000 sempat mengalami deflasi sebanyak lima kali yaitu masing-masing pada bulan Januari sebesar –0,25%, April –0,08%, Mei -0,13%, Agustus -0,85% dan Desember -0,16%. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi pada bulan pada bulan Oktober yaitu sebesar 4,05%. Sehingga secara kumulatif inflasi yang terjadi di Manado sebesar 11,41%. Pada tahun 2001 terjadi deflasi sebanyak 3 kali yaitu pada bulan Februari sebesar –0,56%, Agustus -0,23% dan Desember sebesar –0,26%. Sedangkan inflasi tertinggi pada tahun 2001 terjadi pada bulan Juli yaitu sebesar 2.83% dimana secara kumulatif inflasi pada tahun 2001 mencapai 13,30.%

Transportasi

Udara
Bandara Udara Internasional Sam Ratulangi

Kota Manado melalui bandar udaranya, Sam Ratulangi terhubung dengan beberapa kota besar lain di Indonesia seperti, Jakarta, Surabaya, Makassar dan Balikpapan. Selain itu bandara ini juga mempunyai penerbangan langsung dari dan ke luar negeri yaitu Singapura, Kuala Lumpur (mulai 12 September 2008)[1] dan Davao, Filipina. Bandara yang mengalami renovasi di tahun 2001 ini merupakan salah satu dari 11 pintu gerbang utama pariwisata di Indonesia. Dengan panjang landas pacu sepanjang 2650 m dan lebar 45 m, bandara ini sanggup untuk didarati pesawat berbadan lebar sejenis Boeing 777-200 dan Airbus A330. Terminal penumpangnya memiliki fasilitas penunjang berstandar internasional dan dilengkapi dengan tiga buah garbarata.

Laut

Dermaga di Manado umumnya dilayani oleh kapal-kapal berukuran kecil. Hal ini dikarenakan lokasi perairan Manado yang berdekatan dengan lokasi Taman Laut Bunaken yang dilindungi dan juga perairan yang cukup dangkal. Pada umumnya, kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan Manado adalah kapal dengan tujuan Kepulauan Sangir dan Kepulauan Talaud. Speed boat dari dan menuju Bunaken umumnya berlabuh di dermaga ini. Kapal-kapal berukuran besar milik PT Pelni berlabuh di kota Bitung, berjarak kurang lebih 40 km sebelah barat Manado.

Darat

Sistem transportasi darat Kota Manado dilayani oleh minibus angkutan kota yang biasa disebut mikrolet, taksi argo dan Bus DAMRI. Sebagian besar rute dalam kota dilayani oleh mikrolet yang menghubungkan beberapa terminal bus dalam maupun luar kota dengan pusat kota Manado. Mikrolet umumnya beroperasi hingga pukul 21.00 wita (hari kerja) atau pukul 22.00 wita (akhir pekan). Taksi umumnya melayani rute-rute ke luar kota sedangkan Bus DAMRI melayani rute Bandara - Terminal Bus luar kota di Malalayang.

Media

Media Cetak

Saat ini di Manado terdapat beberapa surat kabar lokal antara harian pagi Koran Manado, Manado Post (Jawa Pos Group), Harian Komentar, Tribun Sulut, Tribun Manado, Posko, Metro dan SKH. Swara Kita.

Radio dan Televisi
Radio

Beberapa tahun belakangan jaringan radio nasional juga membuka cabang di kota manado seperti Delta FM, Trijaya FM, Smart FM dan Cosmofemale FM, di samping radio-radio lokal yang sudah lama melakukan penyiaran di kota ini seperti Memora, ROM2 dan KDFM.

Televisi

Selain TVRI Stasiun Manado, terdapat beberapa TV swasta lokal yang beroperasi di Manado yaitu Pacific TV dan GOTN (Gospel Overseas Television Network). Dua TV lokal lainnya yaitu Televisi Manado dan Bunaken TV sempat mengudara untuk beberapa waktu, akan tetapi karena kesulitan memperoleh pembiayaan melalui iklan, kedua TV tersebut tidak lagi mengudara. Semua TV swasta nasional memiliki menara relay di Manado yaitu RCTI, SCTV, Metro TV, Indosiar, Trans TV, Trans 7, TV One, Global TV, TPI dan anteve.

TV Kabel/Satelit

Indovision dan Astro

Bencana
Bencana banjir dan tanah longsor di Manado

Kota Manado pada tanggal 21 Februari 2006 dilanda bencana banjir dan tanah longsor yang hebat. Sebelumnya banjir dan tanah longsor juga menyapu sebagian besar wilayah Manado pada tanggal 13 Februari dan 19 Februari. Pada tanggal 13 Februari, bencana banjir dan longsor di Manado, Minahasa, dan Minahasa Selatan menyapu ratusan rumah, merusak ratusan hektar tanaman, menghanyutkan puluhan ternak, dan menewaskan 7 orang. Total kerugian ditaksir lebih dari Rp 95 miliar. Bencana kembali melanda hari Minggu tanggal 19, menyapu sebagian wilayah Tuminting, Mahawu, Kombos, Perkamil, dan Teling Manado. Korban tewas mencapai 5 orang, luka parah 6 orang, dan ratusan rumah rusak parah. Selasa (21/2), banjir dan longsor lagi-lagi menyapu sebagian besar wilayah Manado. Korban tewas, sebagaimana dilaporkan hingga pukul 00.00 WITA sudah mencapai 19 orang. Ratusan rumah rusak ringan hingga berat, dan kerugian ditaksir lebih dari Rp 182 Miliar. Jika ditotal dengan korban jiwa dari Tombariri dan korban jiwa Senin (19/2), jumlah keseluruhan korban sudah mencapai 31 orang. Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang mengatakan bahwa banjir dan longsor beruntun kali ini merupakan akumulasi akibat ulah manusia sendiri antara lain penggundulan hutan, penipisan daerah aliran sungai (DAS) dan kualitas lingkungan yang menurun.

Trivia

* Tahukah Anda bahwa sebuah spesies baru dari ikan Coelacanth yang ditemukan oleh Arnaz dan Mark Erdmann diberi nama Latimeria menadoensis. Ikan yang oleh masyarakat lokal dinamai raja laut ditemukan di perairan pulau Manado Tua.

Lihat pula

* Daftar tokoh Sulawesi Utara
* Dialek Manado
* Makanan Manado
* Fam
* Suku Minahasa


Kecamatan


Bunaken • Malalayang • Mapanget • Sario • Singkil • Tikala • Tuminting • Wanea • Wenang
Lambang KotaManado


Sulawesi Utara
Ibu kota: Manado

Kabupaten


Bolaang Mongondow • Bolaang Mongondow Selatan • Bolaang Mongondow Timur • Bolaang Mongondow Utara • Kepulauan Sangihe • Kepulauan Sitaro • Kepulauan Talaud • Minahasa • Minahasa Selatan • Minahasa Tenggara • Minahasa Utara
Lambang Sulawesi Utara

Kota


Bitung • Kotamobagu • Manado • Tomohon


Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Manado

Lanjut membaca “Tentang Manado”  »»

Minggu, 15 Maret 2009

Datang Ke Samarinda

Tepatnya tanggal 29 Desember 2008 aku berangkat ke Samarinda .Selama dalam pesawat aku tak bisa tenang . berkecamuk seribu pertanyaan tentang Samarinda .Aku hanya survey di internet sebelumnya .Ketika pesawat hendak mendarat aku begitu kagum melihat kota balikpapan yang terletak di tepi pantai .Hmm aku sangat senang ternyata kotanya sangat bagus dan pasti tidak membuat kita akan bosan .Tapi ketika mengambil bagasi aku baru sadar kalau aku tidak akan tinggal di balikpapan melainkan di Samarinda .Aku menertawai diriku sendiri . Perjalanan dari balikpapan kesamarinda membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam memakai mobil .Sepanjang perjalanan aku terus ngoceh dan bertanya kepada supir yang menjemput kami , mungkin saat itu dia sudah bosan karena bicaraku yang tidak berhenti .Pak , kotanya seperti apa ? Makanan yang enak di mana ? trus di sana ada apa saja ? dan masih banyak yang lain lagi .Bapak setengah baya itu begitu sabar menjawab pertanyaanku .Ketika memasuki kota samarinda aku menurunkan kaca mobil, Kulihat dari atas jembatan sungai mahakam ternyata sangat indah .Kesan yang pertama memang menyenangkan but sesudahnya ...hoooo tak kusangka dan tak kuduga
sudah kurang lebih 15 menit melalui jalan raya tepi sungai mahakam aku bertanya lagi kepada pak sopir ,pak pusat kotanya mana ? Oh dek,,ini sudah pusat kota ..haggggggggggggggggg.......!!!""""?????????
pusat kota pak ?
mallnya mana ? ''
oh disini mallnya kecil dan tidak seperti di jakarta .
tapi ada kan ??? ""
ada dong ,,pak sopir tertawa kecil .
Aku terbelalak dengan pemandangan sekitar .Keadaan kota samarinda tidak seperti yang aku bayangkan ,tiba tiba dengkul kakiKu menjadi lemas . Maaf yaa bagi yang warga asli samarinda :) Terlalu banyak hal menurutku yang harus dibenahi untuk kota ini menjadi seperti kota kota lainnya yang maju dan lebih seimbang dari berbagai hal .
sekarang sudah hampir 3 bulan aku tinggal di sini .Percaya tak percaya baju bajuku yang biasa kupakai di jakarta untuk sekedar ke mall atau hang out terpaksa kusimpan rapi ..mudah mudahan tidak di makan binatang 2 aneh di lemari heheheheeee....
menurutku di sini masih sangat tradisional dan memegang teguh kebudayaan .Untuk hal ini aku salut banget .
gaya hidupku hampir berubah 180 derajat .Yang aku tahu hanya mess dan kantor .Mall dan gaya hidup hang out sudah hampir terlepas dari kamus hidupku .Disisi lain aku bersyukur karena ada hal hal positif yang aku dapat .Saat week-end aku dapat mengisinya dengan istirahat dan memanjakan hobby menulisku . dulu waktu di jakarta ,aku tak pernah ada waktu untuk diri sendiri .Rasanya tak sabar menunggu hari jumat untuk jalan dan bersenang senang dengan teman teman .Ibadah kadang hanya menjadi sebuah rutinitas ,tapi disini aku menjadi semakin merasa dekat dengan Tuhan .Aku tahu ini adalah jalan TuhAn ,,aku percaya tuhan punya rencana yang indah dalam hidupku .
Lanjutt about Samarinda.''
Sering mati lampu dan mati air membuatku suka kesal .kadang aku berteriak dan teriakkanku mengema soentoro mess ,,,,,ada sungai mahakam segede itu masih suka mati air ...aduhhhhh ...kota apa ini ....????
pernah suatu kali mati lampu saat aku sedang memasak di malam hari ,saking kagetnya aku berteriak refleks karena ketakutan seorang diri di dapur .Hmmm olallaaaaaaaaaa..kemarin mati airrrrr sekarang mati lampu...ampunnnnn...:)
Sekarang lg banyak pembagunan disini ,harapanku sebagai pendatang , semoga kota ini semakin lebih baik ..karena jujur dari pengamatanku sendiri kota samarinda adalah kota yang kaya ,,, sayang kalau hanya begitu begitu saja dan tidak ada kemajuan ..Ya
semakin lebih baik terutama dari segi fasilitas umum dan SDM ...

cia yo samarinda ....:)

Lanjut membaca “Datang Ke Samarinda”  »»